revirefilm.net review film terbaik review film terbaru pesona keindahan tanah maluku salawaku 2017 poster film berita film

Pesona Keindahan Tanah Maluku, Salawaku (2017)

reviewfilm.net – review film terbaik – review film terbaru –

Hidup itu cuma tentang meninggalkan dan ditinggalkan, itu adalah inti dari seluruh film Salawaku disamping dari fokus menampilkan keindahan Tanah Maluku.

Film Salawaku disutradarai oleh Pritagita Arianegara, dan menurut kabar, film ini adalah film perdana buatan Mba Pritagita.

Dalam film ini Mba Pritagita dibantu oleh Iqbal Fadly dan Titien Watimena sebagai penulis naskah film Sawalaku ini.

Film salawaku pertama ditayangkan perdana dalam ajang tahunan Tokyo International Film Festival 2016,

selain itu Salawaku masuk dalam nominasi delapan piala Citra Festival Film Indonesia dan memenangi tiga diantaranya pada tahun yang sama.

Dengan Pesona Keindahan Tanah Maluku, film Salawaku berhasil meraih tiga piala dalam ajang Citra Festival Film Indonesia

Film ini bercerita tentang seorang anak kecil bernama Salawaku (yang diperankan oleh Elko Kastanya) yang bertekad untuk mencari kakaknya Binaiya (Raihaanun).

Binaiya pergi meninggalkan kampung mereka diam-diam pada suatu pagi karena sudah melakukan sebuah perbuatan yang menjadi aib bagi nama keluarganya

Salawaku selama ini hidup bersama kakaknya, karena orang tua mereka sudah tidak ada,

Salawaku memulai perjalanannya dengan mencuri sampan milik kepala desa dan berlayar menuju Piru, dengan bermodal informasi singkat bahwa Binaiya berada disana

Dalam Perjalananya salawaku berjumpa dengan Saras (Karina Salim),

revirefilm.net review film terbaik review film terbaru pesona keindahan tanah maluku salawaku 2017

seorang perempuan asal Jakarta yang terdampar di pinggir pantai berpasir putih akibat sampan Saras yang hanyut

Setelah diselamatkan oleh Salawaku, Saras memutuskan untuk menemani Salawaku ke Piru,

dengan harapan dia bisa menyegarkan pikiranya dan melupakan rasa sakit hati yang sedang dia rasakan

Mereka berdua akhirnya bertemu dengan Kawanua (JFlow Matulessy), warga satu kampung Salawaku dan putra tetua adat daerah mereka.

Kawanua memang berniat untuk menyusul, dengan harapan dapat mengurungkan niat Salawaku mencari Binaiya,

Namun karena tekad Salawaku yang terlampau kuat, akhirnya Kawanua memupuskan niatnya dan membantu Salawaku untuk mencari Binaiya.

Sebenarnya plot cerita dari film ini sudah kita semua ketahui ending ceritanya, karena memang di dalam trailer sudah diberitahu.

itulah alasanya saya tidak pernah suka dengan trailer yang “Full Story”, ya karena kita penonton tidak akan lagi penasaran dengan alur ceritanya.

Mungkin itu salah satu alasan mengapa film Indonesia kurang digemari oleh kalangan sendiri, karena memang alur cerita yang tipis dan banyak film yang sebelum tayang sudah memberikan trailer “Full Story”.

Buat kamu yang memang mau melihat keindahan alam Maluku dijamin pasti senang menonton film ini, namun bagi kamu yang berekspetasi untuk melihat alur cerita yang apik,

ya tolong dipikirkan lagi sebelum menonton film ini, mungkin uangnya bisa dipergunakan untuk menonton film lain, atau beli gorengan? sekian.

salam

Evans Hutagalung

Post Author: Evans Hutagalung

Berikan Komentar Anda